Selasa, 01 November 2011

Bersyukur atas pemberiaan Tuhan,

Masih ingatkah Anda kapan terakhir kali Anda bersyukur kepada Tuhan? Mungkin kita tidak menyadari bahwa sudah cukup lama kita tidak mengucapkan syukur lagi kepada Tuhan. Atau kita merasa bahwa segala apa yang kita perbuat adalah hasil dari usaha dan kerja keras kita sendiri, jadi untuk apa kita bersyukur kepada Tuhan?
Mungkin sebagian dari kita berkata bahwa sudah sekian lama juga berdoa dan berharap kepada Tuhan, tetapi tidak juga menerima jawaban atas segala masalah, jadi untuk apalagi kita berharap dan bersyukur kepadaNya?
*courtesy of PelitaHidup.com
Banyak hal yang bisa membuat kita tidak lagi bersyukur kepada Tuhan. Melalui keadaan, masalah, pekerjaan, keluarga dan banyak lagi yang bisa membuat kita justru malah bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Bahkan sebagian orang menyalahkan Tuhan atas apa yang mereka alami dalam kehidupannya. Mereka merasa bahwa Tuhan tidak adil bagi mereka.
Padahal, kalau kita mau merenung sejenak, kita akan menyadari bahwa masih banyak yang bisa kita syukuri dalam kehidupan kita. Mungkin saat ini kita belum mendapatkan apapun yang menjadi keinginan kita. Tetapi ketika kita mencoba melihat ke “bawah”, masih banyak orang lain yang lebih menderita dari apa yang kita alami saat ini. Kalau kita masih mempunyai keluarga, kita masih beruntung dibanding sebagian orang yang sudah tidak mempunyai keluarga lagi. Atau bagi yang masih memiliki pekerjaan ataupun bisnis, masih jauh lebih beruntung dibanding dengan mereka yang terkena PHK atau belum mendapat pekerjaan.
Kalau kita masih memiliki anggota tubuh yang lengkap dan sehat, kita seharusnya merasa lebih beruntung dibanding dengan yang mengalami cacat tubuh atau sedang menderita suatu penyakit. Tetapi pada kenyataannya malah ada sebagian orang cacat maupun yang sedang sakit bisa jauh lebih bersyukur dan mengukir prestasi yang luar biasa.

Kita harus menyadari bahwa selalu ada yang bisa dibandingkan jika memang kita sendiri mau membanding-bandingkan kehidupan kita.
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tes5:18.
*courtesy of PelitaHidup.com
Apapun kondisi dan masalah yang kita hadapi, entah itu baik ataupun buruk, Tuhan menginginkan agar kita senantiasa mengucap syukur. Bersyukur dengan apa yang masih kita miliki saat ini. Bersyukur kalau kita masih bisa menikmati hidangan walaupun sangat sederhana. Kalaupun kita diberkati dengan harta kekayaan, tetaplah ucapkan syukur kepada Tuhan oleh karena semuanya itu ada.
Mengucap syukur juga jika kita belum menemukan pasangan hidup yang sesuai. Mengucap syukur jika pekerjaan yang kita inginkan belum didapatkan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ucapan syukur bukan hanya dinaikkan ketika kita mendapat berkat dari Tuhan, entah itu promosi jabatan, rumah baru, mobil baru, wisuda sekolah, dan lainnya. Tetapi ucapan syukur harus dinaikkan di dalam segala keadaan. Bahkan di dalam keadaan yang paling buruk-pun kita harus tetap mengucap syukur kepada Allah.

9 PRINSIP SUKSES,

9 Prinsip Membangun Kesuksesan Hidup

Setelah kita mempelajari  10 Rumus Menuju Sukses, selanjutnya kita akan mempelajari Peta Hidup untuk meraih kesuksesan yang menjadi impian kita. Peta Hidup ini dituangkan dalam 9 Prinsip Membangun Kesuksesan Hidup, berikut point-point-nya:

  1. Tetapkan tujuan yang ingin anda capai, ciptakan suatu citra (image) tentang diri anda 10 tahun yang akan datang.
  2. Susunlah rencana untuk 10 tahun kehidupan anda ke depan. Kehidupan anda terlalu berharga untuk dibiarkan meluncur sendiri tanpa rencana, tuliskanlah diatas kertas apa yang anda ingin capai lalu wujudkan dalam kerjaan anda, keluarga anda, dan kehidupan sosial anda.
  3. Serahkan diri kepada keinginan-keinginan anda. Tetapkan tujuan-tujuan supaya energi anda lebih banyak dan terfokuskan, yaitu tujuan-tujuan untuk bisa berprestasi lebih banyak sehingga temukanlah kenikmatan hidup yang sebenarnya.
  4. Jadikanlah tujuan-tujuan anda itu sebagai “Pilot Otomatis” anda, jika tujuan-tujuan ini terserap dalam diri anda maka anda akan termudahkan dalam mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan yang anda ingnkan.
  5. Capailah tujuan-tujuan anda dengan maju selangkah demi selangkah, Anggaplah pekerjaan apapun yang anda laksanakan betapapun remehnya jadikan itu sebagai batu loncatan untuk maju.
  6. Usahakanlah setiap harinya anda mendapatkan manfaat dari apa yang anda kerjakan hari itu. Setiap detik setiap hembusan nafas anda adalah penentu dari hasil akhir tujuan-tujuan anda.
  7. Ambillah jalan lain kalau jalan yang nada tempuh buntu. Tapi jangan tinggalkan tujuan utama anda.
  8. Investasikan diri anda, belilah hal-hal yang dapat meningkatkan mental dan efisiensi anda. Tanamkan jiwa yang penuh dengan gagasan-gagasan yang luar biasa super disetiap gerak anda.
  9. Selalulah ingat dan percaya kepada Tuhan, serahkan tujuan dan harapan anda kepadaNya. Karena bisa jadi apa yang anda anggap baik belum tentu hal itu sepenuhnya baik untuk anda. Berdo’a dan berusaha dengan baik dalam menjalaninya adalah jalan terbaik untuk menemukan tujuan akhir yang bahagia dalam hidup anda.

Minggu, 25 September 2011

Berusaha dan memohon kepada tuhan ,

Banyak manusia di dunia ini yang mengalami kegagalan. Tak ada manusia yang jalan hidupnya selalu lancar. Terkadang ia sukses, ada waktunya juga ia gagal.
Lihat saja ketika kita belajar naik sepeda. Kita sering kali terjatuh. Lalu bangkit, kita mulai belajar lagi. Jatuh lagi dan jatuh jatuh lagi. Tapi karena kita bersungguh- sungguh dalam belajar, berusaha, semangat dan tidak lupa juga berdoa, walaupun kita gagal akhirnya kita dapat menghadapinya juga.
“ saya sudah bisa……”
Betapa senang hati kita saat kita bisa bersepeda.
Orang yang tidak pernah mengenal kegagalan, maka ia tidak akan pernah mengenal kebahagiaan sejati.
Dalam belajar hendaknya kita semangat, selalu berusaha dan berdoa. Misalnya saja saat kita belajar mata pelajaran matematika, sebelum belajar kita berdoa. Nah, jika kita belum bisa cara mengoprasikannya (mengerjakannya) soal- soal yang ada, maka hendaknya kita tanya “bagaimana cara(langkah-langkah) mengerjakan soal tersebut” kepada teman yang sudah bisa, guru, atau orang tua. Semakin sering kita mencoba maka semakin besar juga kesempatan kita untuk bisa. Begitu juga dalam belajar mata pelajaran lain.
Tentunya kita tidak ingin membiarkan kebodohan menghampiri diri kita bukan??????
Tak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Asal kita ada kemauan, di situ ada jalan.